LAPORAN AKHIR M2



1. Jurnal [Kembali]

A.OSCILLOSCOPE


  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

 

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 24,0 mV

     -

       -




Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

   440 mV1,001ms1000 kHz


       2.    Membandingkan Frekuensi

 

Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1 kHz1 kHz

Gergaji

1,010 kHz1 kHz

Pulse

              1 kHz1 kHz


3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

 


Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

 1000 Hz

1000 Hz 


1 : 2

 1000 Hz

2000 Hz 

 



2 : 1

 2000 Hz

1000 Hz 

 



1 : 3

 1000 Hz

3000 Hz 





 


3 : 1

 3000 Hz

1000 Hz 

 



2 : 3

 2000 Hz

3000 Hz 

 



3 : 2

 3000 Hz

2000 Hz 

 


 

 

 

 

4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,3009

 0,25 V

0,2 A 

 0,05 watt

2 Lampu

 0,8807

 0,8V

0,2 A 

 0,16 watt 

3 Lampu

 0,13288

 0,3 V

0,2 A 

 0,06 watt

 

5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

 0,5629

 1,8 V

0,29 A 

 0,522 watt

2 Lampu

 1,0782

 1,8 V

0,24 A 

 0,432 watt 

3 Lampu

 1,5579

 1,8 V

0,29 A 

 0,522 watt


2. Prinsip Kerja [Kembali]

A.Oscilloscope 

1. Kalibrasi oscilloscope

a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.


2. Mengamati dan Mengukur Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

 

Prinsip Kerja:

Pada pengukuran tegangan searah dan tegangan bolak balik disini,input kanal A dihubungkan dengan signal generator untuk menghasilkan gelombang output berupa gelombang sinusoidal dengan frekuensi 1kHz dan tegangan Peak to Peak (V p-p) sebesar 4 volt. Input kanal B dihubungkan ke sumber tegangan searah dengan menggunakan power supply sebesar 4V. Saat rangkaian dijalankan maka akan terlihat grafik dari arus searah dan arus bolak-balik.


3. Mengukur dan Mengamati Frequency


Prinsip Kerja:

Pada pengukuran frekuensi dengan funcition generator/signal generator dan oscilloscope disini ,output dari function dihubungkan ke input kanal osiloskop. Amati bentuk gelombang yang ada pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan osiloskop dengan frekuensi yang ditunjukkan oleh funcition generator.

4. Membandingkan frekuensi dengan cara Lissajous


Prinsip Kerja:

Untuk membandingkan frekuensi dengan cara lissajou ,Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B kemudian  atur frekuensi sinyal pada  input kanal A sehingga diperoleh bentuk gelombang yang terbaca seperti gambar 2.1.



Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 1:1



Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 1:2


Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 2:1



Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 1:3




Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 3:1



Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 2:3



Gambar perbandingan frekuensi Lissajous 3:2



B.Pengukuran Daya

       
Rangkaian Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Rangkaian Pengukuran Daya Beban Lampu Seri



Rangkaian Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel



Rangkaian Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel



Prinsip Kerja:

Prinsip kerja dari kedua rangkaian ini adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Diantaranya yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel.Kemudian masing-masingnya di berikan beban sebesar 25 watt, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya. 


3. Video Percobaan [Kembali]

A. Oscilloskop

1. Kalibrasi oscilloskop


2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


3. Mengukur dan Mengamati Frequency



4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajouss


B. Pengukuran Daya


Vidio Praktikum Pengukuran Daya Beban Lampu Rangkaian Seri



Vidio Praktikum Pengukuran Daya Beban Lampu Rangkaian Paralel




4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop dilakukan?

Jawab: Untuk memastikan bahwa osiloskop mampu mengukur frekuensi sinyal dengan akurat.

2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan perioda!

Jawab: 
Tegangan AC

  • Memiliki amplitudo yang berfrekuensi dari positif ke negatif dengan siklusnya
  • Memiliki frekuensi yang menunjukkan jumlah siklus perdetiknya
  • Waktu yang di butuhkan untuk menyelesaikan satu siklus lengkap mulai dari puncak positif, turun ke nol menuju puncak negatif dan kembali ke nol.
 Tegangan DC

  • Memiliki amplitudo yang tetap 
  • Tidak memiliki perioda karena arusnya tidak mengalami siklus
  • Tidak memiliki frekuensi karena arusnya mengalir dalam satu arah konstan. 
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!

Jawab: Berikut macam-macam  bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi:

  • Gelombang sinusoidal adalah jenis sinyal pendek yang bergerak ke atas dan ke bawah. Pada frekuensi osiloskop gelombang ini memiliki generator fungsi 0,01 Hz. 
  • Gelombang gigi gergaji adalah gelombang yang memiliki bentuk segitika dengan frekuensi 999,0 Hz.


  • Gelombang pulser atau kotak adalah versi periodik dari fungsi persegi panjang dengan frekuensi 1 kHz.


4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

Jawab:     Beban            P.Terukur            P.Terhitung        Selisih
             1 lampu             0,3009W               0,05W           0,2509W
             2 lampu             0,8807W               0,16W           0,7207W
             3 lampu             1,3288W               0,06W           1,2688W

Perbandingan menunjukkan bahwa pada 1 dan 2 lampu terjadi penyimpangan daya yang cukup besar di bandingkan daya terhitung ( sekitar 16-18% ). Namun, pada 3 lampu daya yang terukur lebih mendekati daya yang dihitung dengan penyimpangan lebih kecil ( sekitar 4,48% ). Kesimpulannya, semakin banyak lampu dalam rangkaian seri, semakin kecil kesalahan atau deviasi antara daya yang terukur dan daya yang dihitung.


5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada Pengukuran daya beban lampu paralel !

Jawab:     Beban            P.Terukur            P.Terhitung        Selisih
             1 lampu             0,5629W               0,522W           0,0409W
             2 lampu             1,0782W               0,432W           0,6462W
             3 lampu             1,5579W               0,522W           1,0359W

perbadingan menunjukkan error pada rangkaian paralel relatif kecil, nilai error  relatif pada rangkaian paralel lebih kecil, Nilai error berkisar antara 66,74% hingga 71,76%, yang menunjukkan bahwa daya terukur lebih mendekati daya teoritis. Hal ini karena tegangan tetap terjaga pada setiap lampu, sehingga daya yang dikonsumsi lebih stabil dan mendekati nilai teoritis.

Vidio Analisis



5. Download File[Kembali]

  • Tugas Pendahuluan Klik Disini
  • Laporan Akhir Klik Disini
  • Download Vidio Kalibrasi Pada Oscilloscope Klik Disini
  • Download Vidio Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik Klik Disini
  • Download Vidio Mengukur dan Mengamati Frequency Klik Disini
  • Download Vidio Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajouss Klik Disini 
  • Download Vidio Pengukuran Daya Beban Rangkaian Daya Beban Seri Klik Disini
  • Download Vidio  Pengukuran Daya BebanRangkaian Daya Beban Parallel Klik Disini
  • Download Vidio Analisis Klik Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini