FIG. 11.25 dan FIG. 11.26 FIX
Pengukuran tegangan kecil, khususnya dalam orde millivolt, memerlukan rangkaian yang memiliki impedansi input tinggi dan penguatan sinyal yang baik. Penguat operasional (op-amp) menjadi komponen utama dalam penguat sinyal kecil karena karakteristiknya yang sangat ideal, seperti impedansi input tinggi, impedansi output rendah, dan penguatan tegangan yang besar. Dalam praktikum ini, akan dikaji dua jenis millivoltmeter berbasis op-amp: satu untuk sinyal DC dan satu lagi untuk sinyal AC. Rangkaian DC menggunakan op-amp 741, sedangkan AC menggunakan op-amp 347 dengan tambahan penyearah dioda dan filter kapasitor.
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Elektronika yang diberi oleh Bapak Dr. Darwison, M.T.
2. Mempelajari prinsip kerja penguat operasional (op-amp) dalam konfigurasi penguat inverting dan detektor puncak (peak detector).
3. Mengamati karakteristik respon rangkaian terhadap sinyal input AC.
4. Menganalisis fungsi dioda dan kapasitor dalam menyimpan dan mengontrol tegangan puncak sinyal.
Alat
a. voltmeter
Voltmeter adalah alat ukur listrik yang
digunakan untuk mengukur beda potensial listrik (tegangan) antara
dua titik dalam suatu rangkaian listrik. Tegangan ini biasanya diukur dalam
satuan volt (V). Voltmeter harus dihubungkan secara paralel dengan
komponen atau bagian rangkaian yang ingin diukur tegangannya, agar dapat
membaca beda potensial secara akurat tanpa memengaruhi aliran arus secara
signifikan.
b. ammeter
Ammeter adalah alat ukur listrik yang
digunakan untuk mengukur arus listrik yang mengalir dalam
suatu rangkaian. Satuan yang digunakan untuk mengukur arus listrik adalah ampere
(A). Untuk mendapatkan pengukuran yang benar, ammeter harus
dihubungkan secara seri dengan elemen atau bagian dari
rangkaian yang ingin diukur arusnya.
Bahan
a. resistor
Resistor adalah komponen elektronik pasif
yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam
suatu rangkaian. Hambatan yang diberikan oleh resistor dinyatakan dalam
satuan ohm (Ω).
b. ground
ground adalah titik
referensi tegangan yang dianggap memiliki potensial nol volt.
Ground berfungsi sebagai jalur kembali arus listrik dan
sebagai acuan untuk semua tegangan lain dalam sistem. Ground sangat penting
untuk memastikan kestabilan kerja rangkaian, mencegah gangguan
sinyal (noise), serta melindungi komponen dari kerusakan akibat lonjakan
tegangan.
c. Op-Amp 741 (untuk DC Milivoltmeter)
Op-Amp (Operational Amplifier) adalah penguat tegangan (voltage amplifier) yang memiliki penguatan sangat tinggi, digunakan untuk memperkuat sinyal analog, melakukan operasi matematika (seperti penjumlahan, pengurangan, integrasi, dan diferensiasi), serta sebagai komponen inti dalam berbagai rangkaian elektronik analog. Op-amp biasanya dikemas dalam bentuk IC (Integrated Circuit) seperti IC 741, dan memiliki dua input (inverting dan non-inverting) serta satu output.
d. Kapasitor
kapasitor di proteus
Kapasitor adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menyimpan energi dalam bentuk muatan listrik. Kapasitor terdiri dari dua konduktor (biasanya berupa pelat logam) yang dipisahkan oleh bahan isolator yang disebut dielektrik. Ketika tegangan diterapkan pada kapasitor, muatan listrik akan terakumulasi pada pelat-pelat konduktor, sehingga menciptakan medan listrik di antara keduanya.
INSTRUMENTATION CIRCUITS
Millivoltmeter Berbasis Op-Amp
Millivoltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk
mengukur tegangan yang sangat kecil, biasanya dalam skala millivolt (mV).
Karena sinyal yang diukur sangat kecil, diperlukan rangkaian penguat yang mampu
meningkatkan level tegangan tanpa distorsi dan dengan tingkat akurasi yang
tinggi. Salah satu solusi yang umum digunakan adalah dengan memanfaatkan
penguat operasional (op-amp) yang dirancang dalam konfigurasi tertentu.
Penguat operasional adalah suatu perangkat elektronika aktif yang digunakan untuk memperkuat sinyal analog. Op-amp ideal memiliki penguatan tegangan tak hingga, impedansi input tak hingga, dan impedansi output nol, meskipun pada kenyataannya nilai-nilai tersebut terbatas. Op-amp dapat digunakan dalam berbagai konfigurasi, seperti inverting, non-inverting, integrator, diferensiator, komparator, dan sebagainya. Untuk aplikasi millivoltmeter, konfigurasi non-inverting dan inverting amplifier sangat umum digunakan tergantung kebutuhan respon sinyal dan polaritasnya.
Prinsip Kerja DC Milivoltmeter:
DC millivoltmeter bekerja dengan menggunakan op-amp dalam
konfigurasi non-inverting untuk memperkuat tegangan DC yang sangat kecil.
Sinyal input diberikan ke terminal non-inverting (+), kemudian diperkuat oleh
op-amp berdasarkan rasio resistor Rf dan R1. Tegangan output dari op-amp akan
menghasilkan arus yang mengalir melalui galvanometer (miliamperemeter), dan
besar arus ini menunjukkan seberapa besar tegangan input.
Rumus transfer fungsi arus terhadap tegangan input:
- Io
arus output (mA)
- Vo tegangan
input (mV)
- Rf resistor
umpan balik
- R1 resistor
input
- Rs resistor pembatas arus ke meter
AC millivoltmeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk
mengukur tegangan AC (bolak-balik) yang sangat kecil dalam satuan millivolt
(mV). Rangkaian ini memanfaatkan penguat operasional (op-amp) untuk memperkuat
sinyal AC, kemudian sinyal diperkuat tersebut diubah menjadi arus yang mengalir
melalui sebuah meter analog (biasanya galvanometer).
Rumus dasar hubungan antara arus keluaran (Io) dan tegangan
masukan (Vi) dari rangkaian ini adalah:
- Io arus output (mA)
- Vo tegangan input (mV)
- Rf resistor umpan balik
- R1 resistor input
- Rs resistor pembatas arus ke meter
Diketahui:
>Bila Vi=10 mV, maka Io=1 mA (arus penuh, defleksi maksimum
di meter)
>Bila Vi=5 , maka Io=0.5 mA (defleksi setengah)
1. Hitung arus keluaran Io jika tegangan masukan V1=20mV
1. Sebuah DC millivoltmeter menggunakan konfigurasi op-amp non-inverting dengan Rf=100 kΩ, R1=100 kΩ, dan RS=10 Ω. Jika tegangan input sebesar Vi=5 mV, berapa arus yang ditunjukkan oleh meter?
A. 0.1 mA
B. 0.25 mA
C. 0.5 mA
D. 1 mA
Jawaban: C. 0.5 mA
Penjelasan:
Namun karena gain hanya 1 (jika konfigurasi inverting), atau
menggunakan fungsi transfer langsung:
A. 0.1 mA
B. 0.5 mA
C. 1 mA
D. 2 mA
Jawaban: C. 1 mA
Penjelasan:
A. 1.5 mV
B. 2.5 mV
C. 5 mV
D. 10 mV
Jawaban: B. 2.5 mV
Penjelasan:
Download Proteus Fig. 11.25 [disini]
Download Proteus Fig. 11.26 [disini]
























Komentar
Posting Komentar