FIG 15.22, FIG 15.23, DAN FIG 15,24
Regulasi tegangan
adalah komponen vital dalam sistem elektronika untuk menjaga stabilitas
tegangan DC meskipun terjadi fluktuasi input atau perubahan beban. Bab 15.5
membahas Discrete Transistor Voltage Regulation, yang menggunakan
transistor diskrit (bukan IC terintegrasi) untuk merancang regulator tegangan
seri (series) dan shunt. Regulator seri bekerja dengan mengontrol
resistansi elemen yang terhubung seri antara input dan output, sementara
regulator shunt mengalihkan arus berlebih ke ground. Keduanya
dirancang untuk mengatasi masalah seperti:
- Variasi tegangan input (misalnya,
dari rectifier atau baterai).
- Perubahan
arus beban yang tiba-tiba.
- Ripple pada output akibat
ketidaksempurnaan filter.
Selain itu, bab ini juga mencakup teknik proteksi seperti current limiting dan foldback limiting untuk mencegah kerusakan komponen, serta pengenalan konsep switching regulation yang efisien.
- Memahami prinsip kerja regulator
tegangan seri dan shunt berbasis transistor.
- Menganalisis peran komponen seperti
transistor, dioda zener, dan op-amp dalam rangkaian regulasi.
- Menghitung parameter kritis seperti
tegangan output, arus, dan ripple menggunakan persamaan yang relevan.
- Mengidentifikasi teknik proteksi arus
(current limiting dan foldback limiting) dan
aplikasinya.
- Memahami
keunggulan dan kelemahan regulator seri, shunt, dan switching.
Alat dan Bahan:
1. Transistor NPN
Transistor adalah
komponen elektronik yang berfungsi sebagai penguat sinyal, saklar, atau
pengatur arus dalam rangkaian listrik. Transistor terbuat dari bahan
semikonduktor, biasanya silikon, dan memiliki tiga terminal: emitter (E), base
(B), dan collector (C). Ada dua jenis utama transistor, yaitu transistor
bipolar (BJT) dan transistor efek medan (FET).
Gambar Transistor NPN pada Proteus
Gambar Transistor NPN
2. Resistor
Resistor adalah
komponen pasif yang digunakan untuk mengatur aliran arus listrik dalam suatu
rangkaian. Fungsinya adalah untuk membatasi arus, menurunkan tegangan, atau
mengatur pembagian tegangan dalam rangkaian.
Gambar Resistor pada Proteus
Gambar Resistor
3. Dioda Zener
Dioda zener adalah
jenis khusus dari dioda yang dirancang untuk beroperasi dalam kondisi bias
balik (reverse bias) dan tetap menjaga tegangan tetap (stabil) saat terjadi
lonjakan tegangan. Fungsi utama dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan
dalam rangkaian elektronik.
Gambar Dioda Zener pada Proteus
Gambar Dioda Zener
Power merupakan komponen
yang berfungsi sebagai sumber tegangan. Nilai tegangan pada power dapat
diubah-ubah, sesuai dengan kebutuhan.
Gambar Power
5. Ground
Ground adalah titik
referensi tegangan nol volt (0V) yang digunakan sebagai acuan untuk semua
tegangan lain dalam rangkaian. Ground juga berfungsi sebagai jalur arus balik
dan penyeimbang sistem agar rangkaian bisa bekerja dengan benar dan stabil.
Gambar Ground pada Proteus
6. Voltmeter
Voltmeter merupakan alat untuk mengukur tegangan pada rangkaian. Dalam dua rangkaian ini, masing-masing Voltmeter yang digunakan adalah voltmeter biasa dan voltage probe. Voltage probe adalah komponen virtual yang digunakan dalam software simulasi rangkaian (seperti Proteus) untuk mengukur beda potensial (tegangan) antara dua titik dalam rangkaian.
Gambar Voltmeter pada Proteus
Gambar Voltage Probe pada Proteus
Gambar Voltage Probe
1. Series Voltage
Regulation
Regulator seri
mengontrol tegangan output dengan menyesuaikan resistansi transistor yang
terhubung secara seri antara input dan output.
a. Series Regulator Circuit
- Komponen
Utama:
- Transistor
Q₁ (elemen seri).
- Dioda Zener (Dz) sebagai referensi
tegangan.
- Resistor
R untuk membatasi arus basis.
- Prinsip
Kerja:
- Jika VO turun
→ VBE Q₁ naik → Q₁ menghantar lebih banyak → VO naik.
- Jika VO naik
→ VBE Q₁ turun → Q₁ menghantar lebih sedikit
→ VO turun.
- Rumus
Output:
b. Improved Series Regulator
- Perbaikan:
- Menambahkan transistor Q₂ untuk
meningkatkan respons kontrol.
- Resistor
R₁ dan R₂ sebagai voltage divider untuk sampling
tegangan output.
- Prinsip
Kerja:
- Jika VO naik
→ V2 (di R₂) naik → Q₂ menghantar lebih banyak →
arus basis Q₁ berkurang → VO turun.
- Rumus
Output:
c. Op-Amp Series Regulator
- Komponen
Utama:
- Op-amp
sebagai komparator presisi.
- Dioda
Zener sebagai referensi.
- Prinsip
Kerja:
- Op-amp
membandingkan VZ dengan tegangan feedback
dari R1 dan R2.
- Jika VO menyimpang
→ op-amp mengatur konduksi Q₁ untuk menstabilkannya.
- Rumus
Output:
d. Current-Limiting Circuit
- Tujuan: Mencegah kerusakan akibat
arus berlebih.
- Komponen
Utama:
- Resistor
sensing (RSC).
- Transistor
Q₂ untuk membatasi arus basis Q₁.
- Mekanisme:
- Jika IL melebihi
batas → tegangan di RSC mengaktifkan Q₂ → Q₁
menghantar lebih sedikit.
e. Foldback Limiting
- Perbedaan
dari Current Limiting:
- Tidak hanya membatasi arus, tetapi
juga menurunkan tegangan saat overload.
- Komponen
Tambahan:
- Jaringan
resistor R4 dan R5 untuk feedback tegangan
output.
- Keuntungan:
- Proteksi ganda (arus dan tegangan)
untuk beban dan regulator.
2. Shunt Voltage
Regulation
Regulator shunt
menjaga stabilitas tegangan dengan mengalihkan arus berlebih ke ground.
a. Basic Transistor Shunt Regulator
- Komponen
Utama:
- Transistor
Q₁ (shunt).
- Dioda Zener (VZ) dan
resistor seri (RS).
- Rumus
Output:
b. Improved Shunt Regulator
- Perbaikan:
- Menambahkan transistor Q₂ untuk
meningkatkan arus shunt.
- Prinsip
Kerja:
- Jika VO naik
→ Q₂ menghantar lebih banyak → Q₁ mengalihkan arus lebih besar → VO turun.
- Rumus
Output:
c. Shunt Voltage Regulator Using Op-Amp
- Komponen
Utama:
- Op-amp
sebagai komparator.
- Transistor
Q₁ sebagai elemen shunt.
- Prinsip
Kerja:
- Op-amp membandingkan VZ dengan
feedback dari R1 dan R2 → mengatur konduksi Q₁.
3. Switching Regulation
- Prinsip
Dasar:
- Menggunakan pulsa tegangan yang
difilter menjadi DC halus.
- Efisiensi tinggi karena transistor
bekerja dalam mode ON/OFF.
- Aplikasi:
- Catu daya untuk perangkat portabel,
sistem tenaga tinggi.
- Contoh
IC: LM2576, LM2596.
Perbandingan Seri vs. Shunt Regulator
|
Parameter |
Series Regulator |
Shunt Regulator |
|
Efisiensi |
Tinggi (khusus
untuk beban besar) |
Rendah (arus
terbuang di shunt) |
|
Kompleksitas |
Sederhana |
Membutuhkan tambahan Q₂/op-amp |
|
Proteksi |
Current limiting + Foldback |
Current limiting |
|
Aplikasi Khas |
Power supply, motor |
Sensor, sistem low-noise |
Soal 1
Soal 2
Soal 3
.
Soal 1
Soal 2
Soal 3
Soal 1
Apa prinsip
kerja utama dari series voltage regulator?
A. Mengalihkan
arus berlebih ke ground melalui transistor shunt.
B. Mengontrol
tegangan output dengan menyesuaikan resistansi elemen seri antara input dan
output.
C. Menggunakan
op-amp untuk mengatur tegangan referensi.
D.
Menstabilkan tegangan output dengan meningkatkan arus input.
Jawaban
Benar: B
Penjelasan: Regulator seri bekerja dengan mengatur
resistansi transistor seri (Q₁) untuk mengontrol tegangan yang sampai ke
output, sesuai perubahan beban atau input.
Soal 2
Diketahui rangkaian improved series regulator dengan:
R1=15 kΩ
R2=10 kΩ
VZ=6 V
VBE=0.7 V
R1=15kΩ
R2=10kΩ
VZ=6V
VBE=0.7V.
Berapakah tegangan output (VO) yang
dihasilkan?
A. 9.45 V
B. 10.05 V
C. 12.25 V
D. 8.55 V
Jawaban
Benar: B
Penjelasan:
VO = (VZ + VBE) =
(6 + 0.7) = 2.5 x 6.7 = 10.05 V
Soal 3
Apa perbedaan utama antara current limiting dan foldback
limiting?
A. Current limiting hanya membatasi
arus, sedangkan foldback limiting mengurangi tegangan dan arus
saat overload.
B. Foldback limiting menggunakan dioda
zener, sedangkan current limiting menggunakan op-amp.
C. Current limiting diterapkan pada
regulator shunt, sedangkan foldback limiting pada regulator
seri.
D. Foldback
limiting meningkatkan efisiensi regulator, sedangkan current
limiting tidak.
Jawaban
Benar: A
Penjelasan: Current limiting membatasi
arus maksimum, sementara foldback limiting mengurangi baik
arus maupun tegangan saat terjadi overload untuk proteksi lebih baik.
FIG 15.22
FIG 15.23
FIG 15.24
Download Proteus Fig 15.22 [disini]
Download Proteus Fig 15.23 [disini]
Download Proteus Fig 15.24 [disini]
[Klik
untuk download Resistor Datasheet]
[Klik
untuk download LM741 Datasheet]
[Klik
untuk download Dioda Zener Datasheet]
[Klik
untuk download Transistor 2N2222 Datasheet]
[Klik
untuk download Transistor 2N2222 Datasheet Tambahan]
Komentar
Posting Komentar