FIG 17.51
Fototransistor adalah komponen semikonduktor yang mengubah
intensitas cahaya menjadi sinyal listrik melalui efek fotolistrik. Sub bab ini
membahas aplikasi fototransistor dalam membangun gerbang logika AND
terisolasi tinggi (High-Isolation AND Gate). Rangkaian ini menggunakan LED
(Light-Emitting Diode) dan fototransistor untuk menciptakan isolasi elektrik
antara input dan output, sehingga cocok untuk aplikasi yang memerlukan proteksi
noise atau perbedaan tegangan tinggi antara sistem.
- Memahami prinsip kerja gerbang logika
AND menggunakan fototransistor dan LED.
- Menganalisis keunggulan isolasi
elektrik dalam rangkaian logika.
- Menghitung parameter desain seperti arus LED dan resistansi pembatas.
- LED
(Light-Emitting Diode): Mengonversi sinyal listrik input menjadi cahaya.
- Gerbang
AND
- Fototransistor: Mendeteksi cahaya dan
menghasilkan arus kolektor proporsional.
- Resistor
Pembatas (R): Membatasi arus LED dan fototransistor.
1. Prinsip Kerja
- Isolasi Tinggi: Tidak ada koneksi
listrik langsung antara input (LED) dan output (fototransistor).
- Operasi
AND:
- Output
(C) akan HIGH hanya jika semua input (A dan B) aktif (LED
menyala).
- Jika
LED A dan LED B menyala → fototransistor A dan B
menghantar → tegangan output C = HIGH.
- Jika salah satu LED mati →
fototransistor terkait tidak menghantar → C = LOW.
Soal 1
Soal 2
Soal 3
Soal 1
Soal:
Pada rangkaian high-isolation AND gate seperti Gambar 17.51,
tentukan kondisi output C jika:
- Input
A = 1 (LED A menyala)
- Input
B = 0 (LED B mati)
Jawaban:
- LED A
menyala → phototransistor pertama aktif
- LED B
mati → phototransistor kedua tidak aktif
- Karena
phototransistor kedua tidak aktif, tidak ada arus yang mengalir ke
LED ketiga
- LED
ketiga tidak menyala → phototransistor output tidak aktif
- Output
C tidak terhubung ke ground, sehingga C = HIGH (logika 1)
Soal 2
Soal:
Lengkapi tabel berikut untuk semua kemungkinan input A dan
B:
|
A |
B |
Output C
(logika aktif rendah) |
|
0 |
0 |
? |
|
0 |
1 |
? |
|
1 |
0 |
? |
|
1 |
1 |
? |
Jawaban:
|
A |
B |
LED A |
LED B |
LED 3 |
Output C |
|
0 |
0 |
mati |
mati |
mati |
1 (HIGH) |
|
0 |
1 |
mati |
nyala |
mati |
1 (HIGH) |
|
1 |
0 |
nyala |
mati |
mati |
1 (HIGH) |
|
1 |
1 |
nyala |
nyala |
nyala |
0 (LOW) |
Soal 3
Soal:
Mengapa rangkaian high-isolation AND gate lebih disukai
dibandingkan rangkaian logika biasa pada sistem industri dengan perbedaan level
tegangan antara bagian kontrol dan aktuator?
Jawaban:
Karena rangkaian ini:
- Menggunakan LED
dan phototransistor untuk mengirim sinyal via cahaya, bukan
arus listrik langsung
- Memberikan isolasi
galvanik antara input dan output
- Mencegah arus
bocor, lonjakan tegangan, atau interferensi dari sistem aktuator
(beban tinggi) memengaruhi sistem kontrol
- Cocok untuk menghubungkan perangkat dengan beda ground atau beda tegangan kerja
Saat LED tidak menyala:
Saat LED 1 menyala:
Saat LED 2 menyala:
Saat kedua LED menyala:
Download Proteus Fig 17.51 [disini]
Komentar
Posting Komentar