Laporan Akhir
Nama
: NABILA ASYIFA
No BP
: 2410953008
Kelompok
: 20
Tanggal Praktikum
: 16 September 2025
Asisten Praktikum
: 1. Rahmi Humira
2. Muhammad Aulia Jabbar
1. Inverting Amplifier
|
Rf(kΩ) |
Vi(V) |
Hitung Gain(-Rf/Ri ) |
Vout |
Bentuk
Gelombang |
|
20 |
1,711V |
-2 |
-4,81V |
|
|
50 |
1,709V |
-5 |
-8,69V |
|
|
80 |
1,719V |
-8 |
-9,85V |
|
2.Komparator
|
V1 (V) |
V2 (V) |
Vout |
|
3V |
1V |
-10,04V |
|
1V |
3V |
11,32V |
3. LPF -20dB
|
Frekuensi |
Vin |
Vout |
Grafik Sinyal |
|
100 Hz |
1,76V |
1,479V |
|
|
500 Hz |
1,746V |
0,519V |
|
|
1000 Hz |
1,725V |
0,264V |
|
|
Sketch Grafik Bode Plot |
|
|
4. HPF 40dB
|
Frekuensi |
Vin |
Vout |
Grafik Sinyal |
|
100 Hz |
1,758V |
0,541V |
|
|
500 Hz |
1,745V |
1,599V |
|
|
1000 Hz |
1,725V |
1,685V |
|
|
Sketch Grafik Bode Plot |
|
|
4.1 Inverting Amplifier
a. Susun rangkaian seperti pada gambar 3.6
Gambar 3.6 Rangkaian Inverting Amplifier
b. Hubungkan Function generator
dan Osiloskop ke rangkaian inverting amplifier
c. Hidupkan Osiloskop dan
Function generator
d. Ukur nilai tegangan keluaran
dari inverting amplifier
e. Catat hasil tegangan
keluaran ke jurnal yang telah disediakan
4.2 Komparator Amplifier
a. Susun rangkaian seperti pada
gambar 3.7
Gambar 3.7 Rangkaian Komparator Amplifier
b. Atur nilai tegangan V1 dan
V2 menggunakan resistor variabel pada modul
c. Aktifkan rangkaian
komparator amplifier dengan menghubungkan ke sumber listrik
d. Ukur nilai tegangan keluaran
dari rangkaian komparator amplifier
e. Catat hasil praktikum ke
jurnal yang telah disediakan.
4.3 Low Pass Filter
a. Buatlah rangkaian LPF -20dB seperti pada gambar 3.8
Gambar
3.8 Rangkaian LPF -20dB
b. Hubungkan catu daya modul
RS-A04 Operational Amplifier 2.
c. Hubungkan function generator
ke input rangkaian LPF -20dB.
d. Hubungkan probe pertama
osiloskop ke input dan probe kedua ke output.
e. Atur frekuensi sesuai dengan
jurnal 100 Hz - 1000 Hz
f. Perhatikan gambar
sinyal pada osiloskop.
g. Ukur tegangan input dan
output menggunakan multimeter
h. Catat hasil praktikum ke
jurnal yang telah disediakan.
4.4 High Pass Filter
a. Buatlah rangkaian HPF 40dB seperti pada gambar 3.9
Gambar 3.9
Rangkaian HPF 40dB
b. Hubungkan catu daya modul
RS-A04 Operational Amplifier 2.
c. Hubungkan function generator
ke input rangkaian HPF 40dB.
d. Hubungkan probe pertama
osiloskop ke input dan probe kedua ke output.
e. Atur frekuensi sesuai dengan
jurnal 100 Hz - 1000 Hz
f. Perhatikan gambar
sinyal pada osiloskop
g. Ukur tegangan input dan
output menggunakan multimeter
h. Catat hasil praktikum ke
jurnal yang telah disediakan.
1. Inverting Amplifier
1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting
Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan.
Jawab :
Vout yang dihasilkan merupakan pengalian Vin
dengan Av (-Rf/Rin). Berdasarkan percobaan, Vin yang diinputkan senilai 1,7V.
Untuk nilai masing-masing Rf yaitu 20K Ohm, 50K Ohm, dan 80K Ohm didapatkan
Vout masing-masing -4,81V; -8,69V; -9,85V.Output yang dihasilkan memiliki nilai
yang lebih besar dari Vin dan beda fasa 180 derajat yang membut Output tegangan
menjadi negatif.
2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati
sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat
ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.
Jawab :
Ketika tegangan pada input inverting lebih besar dari non-inverting, Vout = –10,04 V, sedangkan jika non-inverting lebih besar, Vout = +11,32 V. Artinya, output hanya bisa berada pada saturasi positif atau negatif. Jika Vin mendekati Vref, muncul input offset sehingga perbedaan kecil dalam orde milivolt dapat membuat output tidak stabil, kadang high kadang low, dan menimbulkan noise berupa keluaran yang bergoyang.
3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan
dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya.
Jawab :
Hasil pengukuran Vout mendekati perhitungan teoritis, namun terdapat selisih kecil. Perbedaan ini disebabkan oleh toleransi komponen, keterbatasan op-amp yang tidak ideal, serta pengaruh noise. Secara umum, hasil praktikum sesuai dengan teori.
4. Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan
input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab :
Low Pass Filter (LPF) adalah rangkaian yang melewatkan sinyal frekuensi rendah dengan redaman kecil, sekaligus meredam frekuensi tinggi agar amplitudonya mengecil. Prinsipnya berdasarkan reaktansi kapasitor
Pada frekuensi rendah, reaktansi besar sehingga sinyal diteruskan ke output, sedangkan pada frekuensi tinggi reaktansi kecil sehingga sinyal terbuang ke ground dan output menurun. Dari pengukuran: 100 Hz → 1,479 V (passband), 500 Hz → 0,519 V (mendekati cut-off), 1000 Hz → 0,264 V (stopband). Jadi, cut-off berada antara 100–500 Hz dengan bentuk gelombang tetap sinus namun amplitudo mengecil saat frekuensi naik.
5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan
input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab :
High Pass Filter (HPF) melewatkan frekuensi tinggi dan meredam frekuensi rendah. Hasil pengukuran: 100 Hz → 0,541 V (stopband), 500 Hz → 1,599 V (cut-off), 1000 Hz → 1,685 V (passband). Jadi, cut-off berada antara 100–500 Hz dengan output tetap sinus tetapi amplitudonya meningkat seiring frekuensi.
Laporan Akhir [Disini]
Download File Rangkaian Kondisi 4 [Disini]
Vidio Penjelasan Kondisi 4 [Disini]
Download Video Percobaan Inverting Amplifier Klik
Disini
Download Video Percobaan Comparator Klik
Disini
Download Video Percobaan LPF -20dB Klik
Disini
Download Video Percobaan HPF 40dB Klik
Disini
Download Datasheet Multimeter Klik
Disini
Download Datasheet Resistor Klik
Disini
Download Datasheet OP-AMP Klik
Disini
Download Datasheet AC Klik
Disini
Download Datasheet Kapasitor Klik
Disini
Download Darasheet Osiloskop Klik
Disini

Komentar
Posting Komentar